Langsung ke konten utama

Terlalu Dioptimasi, Siap-siap dapat Pinalti dari Google


Optimasi mesin pencari atau lebih kerennya SEO menjadi bagian yang tak terpisahkan ketika kita membangun sebuah website. Hal ini disebabkan saat ini banyak orang menggunakan mesin pencari ketika membutuhkan sesuatu. Selain itu menduduki posisi terbaik di halaman hasil pencarian akan memberikan keuntungan bagi pemilik website.

Kebutuhan untuk menduduki posisi terbaik ini menjadikan pemilik website melakukan berbagai cara agar dapat menduduki posisi tersebut. Secara umum cara yang digunakan dapat dibagi menjadi 2 yaitu On Page dan Off Page. On Page berarti mengoptimasi halaman pada website terhadap kata kunci yang diinginkan. Sedangkan Off Page berarti mengoptimasi dari luar website, misalnya link building.

Keinginan mendapatkan posisi terbaik di hasil pencarian menjadikan banyak pemilik website tanpa sadar atau dengan sadar terlalu mengoptimasi halaman webnya. Buruknya halaman yang terlalu teroptimasi ini biasanya mengabaikan kualitas konten, sehingga pengguna mesin pencari merasa kecewa dengan hasil mesin pencari karena website dengan konten yang bagus dikalahkan oleh website dengan konten yang kurang bagus tapi teroptimasi di mesin pencari.

Google sebagai mesin pencari yang banyak digunakan merespon keadaan tersebut. Seperti di tulis oleh SearchEngineLand, Google sedang mengembangkan algoritma untuk memberikan pinalti kepada website yang terlalu dioptimasi dan akan dirilis beberapa minggu ke depan. Google sendiri belum memberikan pengumuman resmi mengenai hal ini.

Sayangnya pada tulisan tersebut belum ada penjelasan lebih rinci tentang website yang terlalu dioptimasi. Jadi mari kita tunggu saja rilis resmi Google tentang hal ini. Sebagai pengguna tentu sangat senang dengan hal ini sehingga kita tidak lagi terjebak dengan website abal-abal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbandingan Infinix Note 50 Pro 4G, Samsung Galaxy A54, dan Xiaomi Redmi Note 12 Pro

Berikut adalah table perbandingan secara spesifikasi antara Infinix Note 50 Pro 4G, Samsung Galaxy A54, dan Xiaomi Redmi Note 12 Pro. Fitur Utama Infinix Note 50 Pro 4G Samsung Galaxy A54 Xiaomi Redmi Note 12 Pro Layar AMOLED 6.78", 144Hz, 1300 nits Super AMOLED 6.4", 120Hz, 1000 nits AMOLED 6.67", 120Hz, 1200 nits Chipset Helio G100 Ultimate (4G) Exynos 1380 (5G) Dimensity 1080 (5G) RAM & Storage 8/12GB + 256GB 6/8GB + 128/256GB 6/8GB + 128/256GB Kamera Belakang 50MP + 8MP + flicker sensor 50MP + 12MP + 5MP 50MP + 8MP + 2MP Kamera Depan 32MP 32MP 16MP Baterai & Charging 5200mAh, 90W kabel, 30W wireless 5000mAh, 25W kabel 5000mAh, 67W kabel Fitur Tambahan Halo Lighting, sensor jantung, IR blaster IP67, eSIM, HDR10+ Dolby Vision, jack audio Harga (estimasi) ~Rp3,3 juta ~Rp4,5 juta ~Rp3,8 juta Kelebihan Infinix Note 50 Pro 4G Desain premium ...

Nokia 808 PureView, Ponsel dengan Kamera 41 Megapiksel

Nokia baru saja mengumumkan ponsel terbaru mereka Nokia 808 PureView pada acara Mobile World Congress 27 Februari kemarin. Telepon genggam berbasis Symbian ini mempunyai kamera dengan resolusi terbesar saat ini, 41 Megapiksel. Ya benar 41 Megapiksel, Nokia membuatnya dengan menggabungkan Carl Zeiss optics dan Nokia-developed pixel over-sampling technology .

Ubuntu Memiliki Masa Depan di Ponsel

Canonical, yang telah berusaha menempatkan Ubuntu sebagai distribusi Linux pilihan untuk komputasi awan, memiliki target pasar yang baru dalam pikiran untuk OS: ponsel Anda. Pada Ubuntu Developer Summit pada hari Senin, Canonical akan mulai berbicara Ubuntu sebagai pilihan yang layak untuk telepon atau tablet masa depan, kata pendiri Canonical Mark Shuttleworth.